oleh

Dalih Tanah Pemerintah, Kades Baruga Diduga Larang Pemilik Lahan Bangun Posko

Matarakyatmu.com, Luwu Timur||Asniati warga Desa Baruga, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, melalui kuasa hukumnya Ronal Efendi menyayangkan sikap Kepala Desa Baruga, Musafir Laesa.

Kades Baruga disinyalir melarang klien kami membangun posko di lahannya sendiri dengan alasan lahan tersebut milik pemerintah desa, ungkapnya, Kamis (17/09/2020).

Sementara lahan tersebut telah dikuasai oleh klien kami yang disertai dengan sertifikat tanah bernomor 00149, ujarnya lagi.

Diceritakannya, saat kami meninjau lokasi kemarin, Kades bersangkutan datang kemudian marah-marah dan mengatakan kalau lahan tersebut milik pemerintah desa.

Bahkan dia mengatakan kalau sertifikat tersebut gugur berdasarkan keterangan saksi atau tetangga lahan.

Lanjut Ronal, pernyataan tersebut dinilai tidak berdasarkan hukum, dan di lokasi tersebut kami juga meminta diperlihatkan alas hak yang di kantongi kades sebagaimana pernyataannya namun dirinya enggan memperlihatkan.

Sehingga kami meminta agar posko tersebut tetap dibangun, ketika pengadilan nantinya memenangkan gugatan Kades Baruga, posko ini silahkan dibongkar.

Namun lagi-lagi Kades Baruga tetap ngotot agar posko tersebut tidak dibangun karena lahan tersebut masih bersoal dan bahkan pihaknya sontak hendak melakukan penyerangan.

“Persoalan ini akan kami melakukan upaya hukum sekaligus menunggu kepala desa memasukkan gugatan dalam kurun waktu dua Minggu kedepan, namun ketika pihaknya tidak melakukan gugatan kami yang akan gugat.

Sementara itu, dikutip pernyataan Kades Baruga, Musahir dari video yang beredar dengan durasi 8 menit 31 detik mengatakan, persoalan ini kami sudah bicarakan, saya tidak mau tau dengan pengacara, kalau persoalan tanah itu urusannya pemerintah desa.

Sertifikat itu gugur sesuai keterangan tetangga, jangan ada membangun di lokasi ini, bertengkar ki’ itu kalau tetap dibangun, dan saya akan lawan ki’ kalau sudah berhadapan hukum, saya hanya bela tanah pemerintah bukan tanah pribadi.

Menurutnya, persoalan ini sementara berproses di desa, kalau ketika hasilnya nanti lahan itu adalah miliknya silahkan dilanjutkan membangun.

“Ini tanah negara, kalau tanah pribadi silahkan bangun poskonya Ibas (calon Bupati Luwu Timur-red), biar lagi seribu,” tandas Safir dengan nada tinggi.

Sekali lagi sertifikat ini gugur berdasarkan saksi tetangga, ini sementara kami bicarakan, jangan ada membangun, tutupnya.

Informasi yang dihimpun, pertemuan tersebut diduga nyaris keos lantaran kepala desa tak mau mendengar penjelasan kuasa hukum Asniati. Dan bahkan beberapa orang pihak kepala desa sontak mengeluarkan bahasa kasar. (*)

Komentar

News Feed