oleh

Kolonel Arh Budi Laksana Wakili Danrem 141/Tp, Ini Kegiatannya

MATARAKYATMU.- Binkom (Pembinaan Komunikasi), AGHT(Ancaman Gangguan Hambatan Tantangan) Cegah Konflik Sosial Korem 141/Tp TA. 2020 dipimpin Danrem 141/Tp, diwakili Kasiren Kasrem 141/Tp Kolonel Arh Budi Laksana di Makodim 1421/Pangkep, Rabu (07/10).

Kegiatan Binkom AGHT(Ancaman Gangguan Hambatan Tantangan), bisa dijadikan pedoman dalam menghadapi konflik sosial, terutama untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas insan intelijen dalam menghadapi setiap ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan di wilayah seperti agama, Etnis dan demo yang anarkis serta meningkatkan kemampuan jaring binaan dalam mendeteksi dini, cegah dini dan kepekaan serta ketajaman dalam menganalisa serta mengantisipasi setiap perkembangan situasi yang terjadi di wilayah Korem 141/Tp.

” Saya harapkan melalui sosialisasi ini masyarakat mampu mencegah penyebaran paham ideologi atau gerakan radikalisme yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 yang menggangu serta mengancam keutuhan NKRI,” pesan Danrem 141/Tp melalui
Kasiren Kasrem 141/Tp Kolonel Arh Budi Laksana.

Dengan memahami bahaya AGHT konflik sosial, tambah Kolonel Arh Budi Laksana,
maka masyarakat dapat menempatkan diri untuk tetap menjaga diri dan mematuhi aturan yang berlaku, sehingga tidak melakukan tindakan yang menggangu persatuan dan kesatuan.

Dihadapkan dengan situasi Pandemi Covid-19, kemungkinan konflik sosial terjadi sangatlah besar, karena berbagai sebab. Untuk itu dengan adanya sosialisasi ini diharapkan seluruh jaring binaan dapat terhindar dari ancaman konflik sosial tersebut.

Sementara itu amanat Asisten Intelijen Kasad diwakili Kolonel Kav Mukmin S.I.P berpesan, Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman suku, agama, ras dan budaya dengan jumlah penduduk lebih dari 230 juta Jiwa.

Pada satu sisi merupakan suatu kekayaan bangsa yang secara langsung ataupun tidak, dapat memberikan kontribusi positif bagi upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Namun pada sisi lain, kondisi tersebut dapat membawa dampak buruk bagi kehidupan nasional apabila terdapat ketimpangan pembangunan, kesenjangan sosial dan ekonimi, serta tidak terkendalinya dinamika kehidupan politik.

Dalam UU RI Nomor 7 Tahun 2012 Tentang penanganan konflik sosial, disebutkan bahwa penanganan konflik adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terencana dalam situasi dan peristiwa baik sebelum, maupun sesudah terjadi konflik yang mencangkup pencegahan konflik, penghentian konflik dan pemulihan pasca konflik.

Kegiatan tersebut dihadiri
Dandim 1421/Pangkep Letkol Inf Adi Sabarudin
Kolonel Kav Mukmin, S.I.P, ( Pamen Ahli Bid Idiologi politik Pusintelad), Kasat Binmas Polres Pangkep AKP. Muh.Yunus, Pasi Intel Korem 141/Tp Mayor Inf Andi Usmi, warga binaan masing masing Kodim jajaran Korem 141/Tp.-(*)

Editor Suaedy

Komentar

News Feed