oleh

Pupuk Geratis Ibas-Rio Yang Pro Rakyat, Sang Rival Memikirkannya Pun Tak Mampu

 

Matarakyatmu.com, Luwu Timur || Kampanye dialogis untuk 2 paslon kontestan Pilkada Luwu Timur masih berlangsung, masing masing kandidat dan tim pemenangan terus bergerilya memasifkan sosialisasi tentang program unggulan yang menjadi jualan ke masyarakat. Lalu seperti apa penerimaan program kedua paslon ini ditengah masyarakat Luwu Timur saat ini.

Ditengah masyarakat sangat jelas terlihat jika program kedua paslon ini mengerucut pada satu program unggulan masing-masing. Paslon MTH-Budiman menjanjikan satu miliar satu desa, sementara paslon nomor urut 2 Ibas-Rio identik dengan program pupuk gratisnya.

Menanggapi hal ini pengamat politik yang juga merupakan dosen di salah satu Universitas di Makassar, Andi Fadly mengatakan, bahwa bicara program berarti bicara sesuatu yang realistis, ungkapnya, Senin (19/10/2020).

“Masyarakat kita saat ini sudah terbilang sebagai pemilih yang cerdas, janji-janji kampanye tidak serta merta membuat mereka yakin, ada trauma janji politik yang menjadi ketakutan tersendiri bagi pemilih kita saat ini jika disuguhi dengan janji-anji yang terbilang berlebihan,” terangnya.

Lebih lanjut mantan komisioner KPID Sulsel ini menambahkan, bahwa soal Pilkada Luwu Timur memang sedikit memiliki gensi yang lebih tinggi dibanding daerah lainnya di Sulsel, namun yang menjadi perhatian adalah program penantang yang terlihat lebih menggigit ketimbang program petahana.

“Saya melihat program unggulan kedua paslon ini menarik, namun secara umum kami melihat program Ibas-Rio jauh lebih realistis dan masuk akal, dimana program pupuk gratis ini pro rakyat dan mengimplementasikannya pun sangat mungkin, kerna ibas -Rio di dukung oleh partai pengusung yang memiliki power untuk bidang ini. RMS di Banggar dan SYL di Menteri Pertanian, jadi sangat logis mewujudkan hal ini,” jelasnya.

Lanjutnya, beda halnya dengan program unggulan petahana Husler-Budiman. “Satu desa satu miliar ini sudah ada sejak 4 tahun yang lalu lewat program ADD pemerintah pusat, jika ini baru ingin dijadikan bahan jualan di pilkada Luwu Timur sangatlah terlambat dan terkesan basi bagi pemilih, semestinya seorang petahana harus berani tampil dengan program yang memiliki kemasan yang lebih menarik,” tandas Andi Fadli.

Kesimpulannya, dengan melihat kedua visi misi Paslon tersebut saya menilai bahwa Ibas-Rio mampu melakukan program rivalnya, tetapi MTH-Budiman tidak mampu menjalankan program Ibas-Rio. Laporan; Tim

Komentar

News Feed