oleh

POSPERA Meminta KPU Berdiri Ditengah Supaya Tercipta Pilkada Yang Aman dan Sejuk

 

Matarakyatmu.com, Luwu Timur || Bawaslu Luwu Timur mengeluarkan surat rekomendasi ke KPU, Senin (19/10/2020) lalu, rekomendasi tersebut terkait persoalan perbedaan huruf nama Calon Kepala Daerah (Cakada) Muhammad Thorig Husler.

Dimana dalam KTP-el huruf nama Thorig berbeda dengan huruf nama yang tertera dalam B1KWK partai PKS dan Hanura, di KTP-el menggunakan huruf G diakhiran nama Thorig, sementara di B1KWK kedua partai tersebut berakhiran Q.

Pasca Bawaslu mengeluarkan rekomendasi itu, KPU belum juga memberikan keputusan sampai saat ini, ketua KPU Lutim, Saenal saat dikonfirmasi mengaku belum tahu menahu regulasi apa yang akan mereka terapkan, ungkapnya, Rabu (21/10/2020).

Sementara isi dalam surat rekomendasi Bawaslu itu kata Saenal, hanya berbunyi melaksanakan rekomendasi tersebut berdasarkan perundangan-undangan.

“Persoalan ini sudah kami konsultasikan ke KPU Sulsel, kemudian diberikan beberapa refrensi,” katanya.

“Namun dari beberapa refrensi yang diberikan KPU Sulsel itu, tak satupun yang bisa digunakan sebagai acuan, yang pastinya kami akan usahakan mencari landasan hukum apa yang dapat digunakan. Dan hal itu kami upayakan secepatnya,” ucapnya.

Masih dikatakannya, pada saat verifikasi berkas tersebut, kenapa tidak satu pun orang yang komplen.

Sementara itu, Ketua Pospera Lutim, Erwin R Sandi selaku pelapor menegaskan kalau persoalan itu sifatnya cacat administrasi. Kendati demikian, seharusnya Paslon Husler-Budiman dibatalkan sebagai peserta karena dokumen yang digunakan mendaftar cacat.

Kalau hanya cacat pada B1KWK partai PKS dan Hanura, tetapi ingat rekomendasi itu satu paket dengan B1KWK partai lainnya saat Husler-Budiman ditetapkan di KPU, tandasnya.

Menurutnya, ketika hal ini dibiarkan oleh KPU, maka integritas serta kinerja Komisioner KPU Lutim patut dipertanyakan.

Karena kata Erwin, persoalan kecil seperti ini saja dibiarkan lolos, lalu bagaimana persoalan besar ketika terjadi?.

Selain itu, perlu dipahami bahwa perbedaan huruf pada nama tentu berbeda pula maknanya.

Olehnya itu, kami meminta KPU untuk berdiri ditengah dan tetap memegang sumpah serta janji guna mewujudkan Pilkada yang aman dan sejuk, imbuhnya. (**)

Komentar

News Feed