oleh

Proyek Lampu Jalan Kota Wasuponda Diduga Jadi Lahan Korupsi

Matarakyatmu.com, Luwu Timur || Niat baik PT. VALE tbk. untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat wilayah pemberdayaannya, khususnya wilayah Kecamatan Wasuponda rupanya tidak dimanfaatkan sebaik baiknya oleh pemerintah kecamatan.

Bantuan yang digelontorkan melalui program CSR atau lebih dikenal dengan program PTPM atau PPM (Program Pemberdayaan Masyarakat) yang dihibahkan untuk kepentingan masyarakat diwilayah pemberdayaan, tetapi justru malah diduga dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Salah satu contoh yang menjadi perhatian masyarakat selama ini yaitu dengan adanya program pemberdayaan PT. Vale tbk. Melalui PTPM tahun 2019 yakni Pengadaan Lampu Jalan untuk wilayah perkotaan Kecamatan Wasuponda dengan anggaran Rp150.000.000,00- (seratus lima puluh juta rupiah) yang dibagi dalam dua tahap.

Namun sampai sekarang program tersebut tidak jelas rimbanya, kalaupun ada lampu jalan yang terpasang saat itu, baru beberapa unit, itupun hingga kini belum ada laporan pertanggung jawabannya sehingga memunculkan indikasi penyelewangan dana.

Sebab itulah yang kemudian membuat masyarakat bertanya-tanya dan menduga ada oknum yang memanfaatkan dana dengan mengabaikan kepentingan masyarakat banyak, tanpa pertanggung jawaban yang jelas terhadap penggunaan anggaran semacam ini.

Diketahui Proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kecamatan Wasuponda, menuai tanda tanya. Pasalnya, proyek yang diketahui bersumber dari anggaran PT Vale melalui program PTPM sebesar Rp. 150 juta itu, dinilai tak sesuai dengan hasil di lapangan.

Menurut Kama selaku pelaksana proyek saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa proyek PJU ini dua tahap. Tahap pertama tahun 2018 dan tahap kedua 2019, ungkapnya, saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Kamis (29/10/2020).

“Seingat saya pada tahap pertama ada sekitar 8 titik yang saya pasang, sementara di tahap kedua 6 titik. Ke 14 titik ini tersebar di jalan poros dan jalan menuju kantor Polsek, sementara total nilai anggaran kedua tahap tersebut yakni Rp 150 juta dan pencairannya melalui rekening bendahara Kantor Camat Wasuponda, namun pada saat pelaksanaan, nilai anggaran yang saya tandatangani hanya sebesar Rp 75 juta selebihnya saya tidak tahu,” bebernya.

Untuk nilai anggaran yang disiapkan pertitik pada proyek tersebut lanjutnya, sebesar Rp 9 juta. Dan upah yang diberikan ke saya hanya Rp 200 ribu per titik serta Rp 2 juta untuk biaya kontrak kerja. menurutnya lagi, bahwa perencanaan awal pada proyek ini adalah PJU tenaga surya yang satu paket dengan pengadaan tiang listrik, tidak tahu kenapa hal itu diubah menjadi PJU yang di cantol langsung ke tiang listrik milik PLN.

“Saya lupa pak apa merek balon yang digunakan, tetapi hitungan saya PJU tersebut per itemnya hanya berkisar Rp 900 ribu, tapi untuk lebih tahu mengenai proyek ini, silahkan konfirmasi ke pak Camat Joni Patabi, karena dia yang lebih tahu pekerjaan ini, saya hanya pelaksana di lapangan.

“Dana yang lumayan dihibahkan oleh perusahan dalam program pemberdayaan berupa lampu jalan tidak sesuai yang direncakan, dimana setahu saya lampu jalan itu lengkap dengan tiang, namun yang nampak lampu jalan yang dimaksud hanya dilekatkan ditiang listrik milik PLN dan itupun sepertinya tidak sesuai dengan jumlah yang seharusnya,” ucap sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Pantauan media ini, tampak dibeberapa titik PJU tersebut tidak berfungsi, dan belum diketahui penyebabnya, hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi dari Camat Wasuponda, Joni Patabi terkait proyek tersebut

Darinya itu warga berharap kepada penegak hukum agar mengusut tuntas permasalahan ini, agar kejadian serupa tidak terjadi dan tidak merugikan masyarakat, terutama masyarakat diwilayah pemberdayaan PT. Vale Indonesia tbk. (**)

Komentar

News Feed