oleh

Produksi Gula Semut KWT Buhung Lali Desa Bukit Tinggi Tembus Kalimantan dan Kendari

MATARAKYATMU.- Kelompok Wanita Tani Buhung Lali Desa Bukit Tinggi Kecamatan Gantarang, Bulukumba terus menggeliat dengan memproduksi Gula Semut ( Gula yang terbuat dari Aren dalam bentuk bubuk ).

Mewakili Ketua KWT Buhung Lali, Ny.Tamrin HT yang ditemui di kediamannya menuturkan, sebelum KWT Buhung Lali terbentuk pada 2015 silam, dia bersama suaminya yang juga Ketua Kelompok Tani Hutan di desanya, sudah mulai memproduksi gula semut dalam jumlah sedikit, dengan pasar di sekitar Desanya.

” Setelah KWT Buhung Lali terbentuk, dia bersama anggota mengembangkan usaha pembuatan gula semut dan hingga saat ini produksinya sudah cukup besar dan pasarnya sudah tembus sampai ke Kalimantan dan Kendari,” jelas Ny.Tamrin sambil menyebut nama Ketua KWT Buhung Lali Syamsuridawati.

Selain Kalimantan dan Kendari, peminatnya ada juga berasal dari Makassar dan Pinrang. Bahkan, menurut Muh.Thamrin sekaligus ikut membina KWT Buhung Lali, beberapa waktu lalu sampel gula semut produksinya sudah dikirim ke China.

” Sebenarnya ada juga permintaan dari Bandung dan Bogor, cuma terkendala akses pemasaran, dan Alhamdulillah Kadin Bulukumba ikut membantu kami dalam hal pemasaran, seperti pemasaran ke Kalimantan dan Kendari,” tambah Ny.Thamrin.

Menyinggung soal bahan baku untuk pembuatan gula semut, menurut ibu muda ini, di Desanya, kerjasama antara ibu ibu dengan bapak bapaknya berjalan baik.

” Kita ada kelompok bapak bapak yang pergi menyadap aren, dan hasilnya diserahkah kepada ibu ibu anggota KWT untuk diproses menjadi gula semut,” kata Ny.Thamrin.

Menurutnya, setiap hari rata rata hasil sadapan aren antara 30-40 liter dan setelah diproses jadi gula semut, hasilnya bisa mencapai 5 sampai 6 kg.

” Jadi kami ibu ibu anggota KWT Buhung Lali berjumlah 30 orang memproses aren menjadi gula semut hingga siap dipasarkan” katanya.

Menyinggung soal harga, menurutnya untuk kemasan 250 gram dibandrol dengan harga Rp.13 ribu, kemudian kemasan 500 gram dengan harga 18 ribu, sedangkan untuk kemasan 10 kilogram harganya Rp.250 ribu.

Dijelaskan, gula semut ini sangat cocok dicampur dengan air kopi. ” Paling nikmat, kopi dicampur pakai gula semut pak, selain kadar gulanya rendah, cita rasanya juga enak,” sebut Thamrin yang mendampingi istrinya sambil mempersilahkan awak media ini bersama Ketua Kadin Bulukumba HA.Gunawan, Sekretaris Dinas Pemuda Olah raga Andi Hamkan dan Sekertaris Koni Sofyan Haiyung mencicipi kopi yang menggunakan gula semut.

Ny.Thamrin menambahkan, saat ini, KWT Buhung Lali sudah mendapat bantuan berupa open pengering dan mesin press.- Suaedy.-

Komentar

News Feed