oleh

Prihatin Terhadap Korban Gempa, Ini Dilakukan Warga Kelurahan Sirindu

 

 

Sirindu-Sulbar, Matarakyatmu | Salah satu bentuk perhatian terhadap korban gempa di Sulawesi Barat beberapa waktu lalu dengan dibukanya posko makan gratis bagi korban gempa oleh salah seorang warga pemilik rumah di Desa Udzung, Kelurahan Sirindu, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.

Berdasarkan penelusuran media ini, diketahui Fajriansyah adalah sosok warga yang mengikhlaskan kediamannya dijadikan posko makan gratis tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Fajriansyah tidak menampik bahwa dirinya adalah sosok pencetus posko makan gratis bagi korban gempa yang melintas atas inisiatif diri bersama kakaknya. Hal tersebut sangat memungkinkan melihat jalan poros Trans Sulawesi berada tepat di depan rumahnya.

Dijelaskannya, posko makan gratis digelar berawal dari rasa prihatin terhadap korban gempa yang sedang mampir beristirahat di pinggir jalan poros tepat depan rumahnya.

” Iye om, kebetulan 2 malam pasca gempa ada beberapa orang naik motor singgah di depan rumah, katanya mereka korban gempa dan duduk tanpa alas di pinggir jalan. Begitu ditawari makan mereka langsung mengiyakan,” tulisnya melalui pesan WhatsApp pribadi, Rabu, 20/01/2021.

” Sembari mereka menikmati makan, kami di luar juga merencanakan agar menyiapkan makanan untuk korban gempa yang melintas di daerah kami. Intinya kita siapkan saja makanan, besok terserah dimakan atau tidak,”tambahnya.

Ternyata di luar dugaan Fajriansyah bersama saudaranya kewalahan. Namun setelah postingan di Facebook viral, banyak teman yang datang membantu tetapi juru masak di dapur tetap menjadi sebuah persoalan yang mesti mereka benahi.

” Kami kewalahan terhadap juru masak di dapur serta terbatasnya peralatan yang ada. Soalnya yang singgah rata-rata mobil pickup yang mengangkut korban gempa, sementara piring tersedia cuma sekitar 3 lusinan terpaksa yang lain menuggu,” ungkap Fajriansyah yang akrab disapa Innong.

” Rata-rata yang membantu keluargaji semua, susah mau swadaya masyarakat om soalnya sebagian besar warga di kampung mengungsi ke gunung, cuma ada beberapa pemuda yang secara sukarela membantu’”ulas tenaga honorer di SMP 2 Pamboang ini.

” Kami juga kekurangan popok bayi, sebab banyak warga pengungsi memiliki bayi yang mampir untuk cas handphone sembari rebahan di bale-bale serta kebutuhan toilet. Sementara relawan yang mampir paling minta minum kopi ji,” jelas ayah 2 anak tersebut.

Menghadapi hal tersebut, tidak serta merta memupuskan untuk tidak berbuat, dirinya pun berharap,” semoga semakin bertambah warga yang menyediakan makanan gratis untuk para korban gempa dan relawan yang melintas,” pungkasnya. _@ly_

Komentar

News Feed