oleh

Bupati Andi Utta Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku Ilegal Fishing

MATARAKYATMU.– Maraknya penangkapan ikan dengan cara illegal dengan menggunakan bom ikan, membuat sejumlah nelayan di Kabupaten Bulukumba resah, karena akan berdampak rusaknya ekosistem terumbu karang biota laut lainnya yang mengakibatkan berkurangnya popolasi ikan, sehingga hasil tangkapan nelayan menurun.

Hal tersebut terungkap pada dialog Bupati HA.Muchtar Ali Yusuf yang akrab disapa Andi Utta, dengan perwakilan nelayan pada acara pencangan 1000 Rumpon di PPI Kecamatan Bontobahari, Selasa (25/5) kemarin yang digagas Dinas Perikanan Bulukumba.

Diketahui, dimana pun penangkapan ikan menggunaan bom ikan dilarang , karena akan merusak terumbu karang di laut yang berdampak fatal terhadap biota laut, utamanya ikan.

Seperti diungkapkan salah seorang ketua kelompok nelayan asal Kecamatan Kajang, bahwa masih ditemukan ada oknum nelayan asal luar Bulukumba yang kerap menggunakan bom. Dan hal tersebut sangat meresahkan nelayan lainnya, sehingga ketua kelompok nelayan ini, berharap kepada Bupati agar pelaku bom ikan / ilegal fishing segera ditindak.

Mendengar keluhan perwakilan nelayan ini, Bupati Andi Utta yang juga gemar memancing, terlihat geram dan menjadi catatan khusus bagi Bupati. ” Saya minta aparat penegak hukum, agar menidak tegas pelaku ilegal fishing atau pelaku bom ikan,” tegas Bupati Andi Utta

Dihadapan para kelompok nelayan, Bupati Andi Utta menegaskan akan berusaha secara maksimal untuk menghentikan pengeboman ikan di daerahnya.

Sebisa saya akan hentikan, saya minta sama pak Kajari ketika ada nanti pelaku bom ikan yang diproses di Polisi, tolong dikasi full tuntutan hukumannya, jangan di discount sebagai efek jera. Dan saya akan pantau, ” tegas Bupati Andi Utta.

Selain itu, pada sesi dialog itu, Andi Utta juga memberikan motivasi kepada Anak Buah Kapal (ABK) nelayan, agar tetap produktif menangkap ikan untuk penghasilan sampingan ABK saat kapal nelayan sedang membuang jangkar.

“Untuk kru kapal yang mau berubah akan hidupnya lebih baik jangan diam, jangan hanya tidur di kapal, harus maksimalkan waktu ketika kapal buang jangkar dengan ma’rinta atau mammeng (memancing), sehingga pendapatannya tentu lebih besar,” pesan Andi Utta disambut tepuk tangan dari kelonpok nelayan yang menghadiri pencangan 1000 Rumpon, termasuk Wakil Bupati, Kajari, Anggota DPRD, Plt Sekda, Staf Ahli, Asisten dan para Kepala OPD.-(*)

Editor Suaedy

Komentar

News Feed