oleh

Tiga Amatir Radio Lokal Bulukumba Ikuti Webinar Band Plan Amatir Radio Indonesia

MATARAKYATMU.- Tiga orang anggota Amatir Radio Lokal Bulukumba, Sulawesi Selatan, Minggu (18/7) malam mengikuti Webinar Band Plan Amatir Radio Indonesia, menampilkan nara sumber Chairman IARU Region III Wisnu Widjaja YB0AZ, yang diprakarsai ORDA Sulbar.

Ketiga amatir radio lokal Bulukumba yang mengikuti kegiatan ini masing masing Lahman ( YB8APP ) dan Riski ( YD8ACD ) dan H.Suaedy Lantara ( YD8CTV ) di ruang station YB8APP kompleks BTN Somba 2.

Pada Webinar yang dimulai pukul 19.30 WITA, Wisnu Widjaja memaparkan antara lain, melakukan interferensi atau gangguan terhadap spektrum frekwensi radio, merupakan perbuatan melanggar hukum.

Yaitu pelanggaran terhadap pasal 38 UU No 36 tentang Telekomunikasi 1999, dengan sanksi, pasal 55 No.36 tentang Telekomunikasi 1999, dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun atau denda paling banyak Rp.600 juta.

” Jika anda terganggu oleh interferensi, baik yang dilakukan oleh transmisi yang berizin atau yang tidak berizin, maka anda dapat melaporkan gangguan tersebut, ke UPT Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio, Kementerian Kominfo yang ada di wilayah anda,” sebut Wisnu YB0AZ.

Kemudian, masih kata Wisnu, sertakan bukti bukti pelanggaran, seperti rekaman saat terjadi gangguan, kapan dan dimana terjadinya, serta jika memungkinkan indentifikasi indentitas pelaku dan lokasi pelanggar.

Sebelumnya Chairman IARU Region III Wisnu Widjaja YB0AZ juga menyampaikan, setiap Amatir Radio yang sah ( mempunyai Izin Amatir Radio yang masih berlaku dari Regulator di negaranya ), bebas untuk menggunanakan frekwensi apapun dan kapan pun, serta bebas menggunakan beragam mode, transmisi, termasuk kode morse, suara dan data/ digital dalam rentang frekuensi dan lebar Bandwidth yang dialokasikan untuk Amatir Radio.

” Namun kebebasan tersebut diatur dan dibatasi (di Indonesia diatur dalam Permen Kominfo No.17 tahun 2018,” tegas Wisnu.-( Suaedy )

Komentar

News Feed