oleh

Sudah 49 Ekor Hama Babi Dimusnahkan di Bulukumba.Ini Disampaikan Bupati Andi Utta

MATARAKYATMU.- Salah satu program Bupati Bulukumba HA.Muchtar Ali Yusuf dan Wakil Bupati HA.Edy Manaf, adalah pemusnahan hama babi di Bulukumba yang selama ini meresahkan petani.

Dan terhitung sejak pekan lalu, Andi Utta, sapaan akrab Bupati Bulukumba HA.Muchtar Ali Yusuf, bersama Dandim 1411/ Bulukumba dan Kapolres Bulukumba melakukan perburuan hama babi.

Dan pada Minggu (14/11) perburuan hama babi kembali dilanjutkan dan sedikitknya sudah 49 ekor hama babi yang berhasil dimusnahkan.

Bupati Bulukumba HA.Muchtar Ali Yusuf kepada media ini, Minggu malam melalui sambungan telepon menjelaskan, perburuan hama babi dimulai pada pekan lalu, tercatat 7 ekor hama babi dibawa ke chek poin dari18 ekor yang dimusnahkan. Kemudian di Desa Barugae terdapat 5 ekor hama babi yang dimusnahkan.

Sebelumnya di Desa Tibona juga 5 ekor yang dimusnahkan dan pada Minggu (14/11) sore tadi sebanyak 21 ekor yang berhasil dimusnahkan, dan sudah dievakuasi ke chek poin, sehingga total sudah mencapai 49 ekor hama babi yang berhasil dimusnahkan.
Itupun kata Bupati masih ada yang belum dievakuasi mengingat jaraknya cukup jauh dari pinggir jalan.

Kegiatan pemusnahan hama babi, kata Bupati Andi Utta akan terus dilakukan bersama Dandim 1411 Letkol CZI Dendi Rakhmat Subekti dan Kapolres AKBP Suryono Ridho Murtedjo dengan melibatkan elemen terkait. Karena selama hama babi meresahkan masyarakat petani.

Jadi sambung Bupati, nantinya kita akan bentuk 6-8 regu dengan target 50 ekor perminggu perdesa.
Sementara ini kami mengajukan permohonan ke Mabes Polri untuk penggunaan Cyanida dalam pemusnahan hama babi.

Jadi katanya, jika ada izin dari Mabes Polri untuk penggunakan cyanida, maka pihaknya baru bisa mengerjakan sekalipun cyanida sudah syukur bisa didapatkan dari Importir pasca kejadian Mirna di Polda Metro Jaya, menjadikan sangat ketat penggunaanya.

Demikian pula untuk mendapatkan di pasaran masih sulit. Akan tetapi katanya tetap dimaksimalkan. Bupati juga menyebutkan, penggunaan di Vietnam dan di Indonesia Bulukumba tidak sama.

Karena katanya, di Vietnam ketika masyarakat diminta ternaknya dikurung, maka spontan masyarakat mengikuti himbauan tersebut.

Sementara di Bulukumba apakah pemilik ternak bisa mengandangkan ternaknya, sehingga ternaknya tidak menjadi korban saat dilakukan pemusnahan hama babi menggunakan cyanida.

” Jadi ini menjadi pertimbangkan khusus keselamatan hewan atau ternak masyarakat yang berkeliaran,” katanya.- ( Suaedy )

Komentar

News Feed