oleh

Mantap Andi Anwar Purnomo Sosialisasi Nilai-Nilai Kebangsaan di Dua Desa di Kecamatan Rilau Ale

MATARAKYATMU.- Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Andi Muhammad Anwar Purnomo SH.,MH kembali melaksanakan Sosialisasi Nilai-Nilai Kebangsaan dengan tema Kepahlawanan di desa Swatani dan Bonto Matene Kecamatan Rilau Ale Bulukumba, Senin (15/11), dihadiri mantan Bupati Bulukumba AM.Sukri A.Sappewali.

Menurutnya, Nilai-nilai kebangsaan adalah nilai yang melekat pada diri setiap warga negara atau norma-norma kebaikan yang terkandung dan menjadi ciri kepribadian bangsa Indonesia yang bersumber dari nilai-nilai Pancasila, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka.

Diungkapkan, peringatan hari Pahlawan 10 November juga sebagai pengingat pertempuran Surabaya yang terjadi pada 1945. Menurutnya, pada saat itu, rakyat Surabaya bersama para pejuang bertempur melawan tentara Inggris.

Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 itu pun ditetapkan sebagai Hari Pahlawan melalui Keppres Nomor 316 tahun 1959 pada 16 Desember 1959

Dihadapan warga Desa Swatani, Andi Muhammad Anwar Purnomo mengajak masyarakat meneladani para Pahlawan se-nusantara.

” Kita sebagai masyarakat Bulukumba bisa berbangga, karena salah satu pahlawan Nasional berasal dari Kabupaten Bulukumba, yaitu Andi Sultan Daeng Radja. Beliau adalah tokoh perjuangan yang lahir dari bumi Panrita lopi,” ungkap Andi Aan Sapaan Akrab Andi Muh Anwar Purnomo

Legislator PKB ini juga mengungkapkan, Andi Sultan Daeng Radja berjuang menentang penjajahan kolonial Belanda dimulai sejak masih menjadi siswa di Opdeling School Voor Indlandsche Ambtenar (OSVIA) di Makassar.

” Ketidak sukaan Sultan Daeng Radja terhadap pemerintah kolonial, dipicu oleh kesewenangan dan penindasan yang dilakukan pemerintah Belanda terhadap rakyat Bulukumba, hingga bergabung bersama Tim Pemuda penggagas kemerdekaan bersama Budi Utomo dan Serikat dagang Islam, sebagai wadah perjuangan melawan Belanda,” papar Andi Aan yang juga ketua Garda BMI PKB Sulsel

Putra mantan Bupati Bulukumba ini mengajak generasi pelanjut bangsa ini bahwa mengkaji sejarah sangat penting, setidaknya untuk kepentingan mencari teladan dalam menjalani kehidupan, agar kita enggan melihat dan menelaah kehidupan masa lampau perjalanan perjuangan bangsa dalam merebut kemerdekaan.

” Kita bisa melihat banyak tokoh dan pahlawan khususnya di Sulawesi selatan. Begitu banyak pahlawan yang bisa menjadi suri tauladan bagi kita sebagai seorang yang melanjutkan perjuangan dan mempertahankan bangsa ini,” kata Andi Aan yang juga Cicit dari Pahlawan Nasional Andi Sultan daeng Radja.

Jadi katanya, kita masih bisa melihat, mendalami dalam sejarah untuk melihat sosok mana yang bisa kita panuti, menjadikan tokoh perjuangan.

” Menjadikan sebagai sosok panutan itu penting, agar bisa meneruskan perjuangan para pahlawan kita. Mari solid dan bergotong royong dalam membangun bangsa Indonesia. Masa kini di tentukan masa lalu dan masa kini menjadi arahan masa depan,” kunci Andi Aan yang juga Putra bungsu A.M.Sukri Sappewali.- (*)

Editor Suaedy Moel

Komentar

News Feed